Jakarta — Kementerian Kebudayaan RI bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan membahas penguatan kerja sama dalam pelestarian dan pengembangan warisan budaya daerah. Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Yusuf Nache menyampaikan perlunya dukungan pemerintah pusat untuk menjaga keberlanjutan sejumlah situs cagar budaya di Nias Selatan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah Kawasan Cagar Budaya Nasional Desa Adat Bawomataluo yang memiliki deretan rumah adat kayu, termasuk omo nifolasara atau rumah adat besar, yang membutuhkan pemeliharaan dan pemugaran secara berkala.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan juga menyoroti kondisi Situs Cagar Budaya Hilisimaetano yang memiliki sekitar 50 rumah adat. Kawasan tersebut dinilai memerlukan pemugaran di sejumlah titik serta penetapan zonasi guna menjaga keaslian lingkungan budaya setempat.
Perhatian serupa juga diarahkan pada Situs Megalitikum Tundrumbaho yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten. Situs tersebut dinilai membutuhkan penguatan struktur untuk menjaga kelestariannya bagi generasi mendatang.
Yusuf Nache turut berharap adanya pendampingan teknis dari Kementerian Kebudayaan dalam penyusunan dokumen nominasi atau dossier agar Bawomataluo dapat didorong menjadi Warisan Dunia UNESCO. Saat ini, kawasan tersebut masih berada dalam Tentative List UNESCO sejak 2009.
“Kami berharap ada kolaborasi yang lebih konkret dengan Kementerian Kebudayaan, baik dalam pemugaran, pendampingan menuju pengakuan UNESCO, maupun penguatan edukasi dan regenerasi budaya di Nias Selatan,” kata Yusuf Nache.
Menanggapi hal itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dalam menjaga warisan budaya daerah. Ia menegaskan Kementerian Kebudayaan terbuka memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui berbagai skema dukungan pelestarian cagar budaya.
Menurutnya, pemerintah juga memiliki skema pendanaan seperti Dana Indonesiana yang dapat dimanfaatkan komunitas budaya di daerah untuk mendukung kegiatan kebudayaan.
Desa Adat Bawomataluo dikenal sebagai salah satu desa tradisional di Nias yang berada di kawasan perbukitan dengan rumah-rumah adat khas serta tradisi lompat batu atau hombo batu yang telah dikenal luas. Sementara Hilisimaetano masih mempertahankan tata ruang tradisional dan rumah adat yang relatif utuh.
Adapun Tundrumbaho merupakan situs megalitikum yang menyimpan peninggalan batu besar sebagai bagian dari tradisi dan sistem sosial masyarakat Nias pada masa lampau. Ketiga situs tersebut dinilai menjadi representasi penting kekayaan budaya Nias Selatan yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan tradisi tinggi.
Audiensi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis, serta Sekretaris Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Nias Selatan Azwardin Laia.
Melalui pertemuan itu, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kekuatan budaya bangsa.
Last modified: 14 Mei 2026