Lampung – Masyarakat Kabupaten Lampung Barat kembali menggelar tradisi Sekura Cakak Buah sebagai perayaan budaya pasca-Idulfitri.
Pesta topeng yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi ruang temu bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus merawat identitas lokal di tengah arus globalisasi.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menginisiasi Festival Sekura Cakak Buah yang diselenggarakan secara bergiliran di 27 desa selama minggu pertama Syawal 1447 Hijriah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga upaya menjaga nilai gotong royong dan kreativitas masyarakat adat Skala Brak.
Dalam tradisi ini, terdapat dua karakter utama, yakni Sekura Kamak dan Sekura Betik.
Sekura Kamak yang berpenampilan menyeramkan dengan atribut dedaunan melambangkan hawa nafsu, sementara Sekura Betik tampil rapi sebagai simbol kebijaksanaan.
Keduanya merepresentasikan filosofi keseimbangan antara sifat baik dan buruk dalam kehidupan manusia.
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi ini.
Menurutnya, keterlibatan anak muda merupakan indikator kuat bahwa budaya lokal tetap memiliki masa depan meski di tengah gempuran gaya hidup modern.
“Keterlibatan generasi muda bukan sekadar partisipasi, tetapi merupakan indikator kuat bahwa budaya ini masih memiliki masa depan,” ujar Parosil. Ia berpesan agar generasi muda tetap memiliki keterikatan dengan budaya daerah meski menempuh pendidikan di kota besar.
Selain aspek kultural, festival ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat.
Kehadiran ribuan wisatawan dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor UMKM, mulai dari kuliner, kerajinan topeng, hingga penyediaan akomodasi bagi pengunjung.
Parosil optimistis Sekura dapat menjadi magnet wisata budaya unggulan jika dikelola secara konsisten.
Namun, ia mengingatkan agar pengembangan wisata tidak mengabaikan nilai luhur dan norma adat yang selama ini dijaga oleh masyarakat.
Sebagai informasi, Sekura Cakak Buah telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Pengakuan tersebut menjadi tanggung jawab bersama bagi warga Lampung Barat untuk terus melestarikan tradisi ini sebagai fondasi identitas daerah yang relevan hingga masa depan.
Sumber : Antaranews/Indonesia.go.id
Sekura Cakak Buah Warisan Budaya Takbenda
Last modified: 2 Juni 2026